
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Kepada NBC News, Trump mengaku kemarahannya memuncak usai putin mengkritik kredibilitas kepemimpinan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pekan sebelumnya.
Akan tetapi, pernyataannya kemarin menggambarkan frustrasinya yang semakin besar terhadap lambatnya proses gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.
“Jika Putin dan saya tidak bisa mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertumpahan darah di Ukraina dan saya pikir itu adalah kesalahan Rusia, saya akan memberlakukan tarif sekunder pada komoditas minyak, pada semua minyak yang keluar dari Rusia,” kata Trump dikutip dari Reuters, Senin (1/4).
ADVERTISEMENT
“Artinya, jika Anda membeli minyak dari Rusia, Anda tidak bisa berbisnis di Amerika Serikat. Akan ada tarif 25 persen pada semua minyak, tarif 25-50 poin pada semua minyak,” ancamnya.
Trump berencana menerapkan tarif impor minyak Rusia ini kepada negara lain dalam satu bulan ke depan. Sayangnya pihak Putin belum menanggapi ancaman ini.
Pemerintahan Putin sebelumnya menyebut berbagai sanksi dan pembatasan Barat sebagai tindakan “ilegal” yang dirancang untuk memberikan keuntungan ekonomi bagi Barat dalam persaingannya dengan Rusia.
Leave a Reply